Akan ku lakarkan bersegi-segi,
Melambangkan bicara yang berbelah bagi,
Berpecah mengalir membasahi segenap sanubari.
Bukan.... Bukan puisi yang aku hasilkan,
Bukan juga madah yang aku luahkan,
Ini....ini adalah bisikan kalbu yang lama tak terluahkan,
Bisikan sanubari yang meronta kegelisahan.
Aku tak pandai menyusun ayat puitis,
Apatah menyimpul sebaris ayat manis,
Aku tak bijak mengarang berseni,
Apatah memetik sekuntum melodi.
Aku hanya meluahkan rasa dalam diri,
Yang ingin menyadarkan kau walau cuma sekali,
Juga menyadarkan diriku sendiri,
Yang kita hanya musafir di atas bumi.
Aku?aku bukanlah insan yang bebas dari dosa dan umpat keji,
Aku juga sama seperti kau yang menumpang di dunia ini,
Kita semua membawa watak yang skripnya di beri untuk di ikuti,
Tapi kita sering kali melanggar arahan yang telah di beri.
Kau dan aku sama saja sayang,
Kita hidup bukan berlandas bayang-bayang,
Sejauh mana kau bersyukur kerana di beri peluang?
Dan sejauh mana aku melangkah untuk terus menjadi seorang pemenang?
Pantulkan kasih sandarkan harapan,
Gapai impian garapkan keredhaan,
Moga kau dan aku akan kembali,
Bersama kelak dlm nur firdausi.